Waktu di awal pernikahan seringkali dijadikan momentum untuk memulai berbagai rencana yang telah disiapkan berdua dengan pasangan. Beberapa hal yang bisa dilakukan, antara lain mulai menabung untuk mewujudkan rumah impian, rencana liburan hingga menyiapkan dana darurat, semua membutuhkan perencanaan finansial yang cerdas dan aman.
Investasi deposito bisa menjadi langkah awal yang tepat untuk memulai perjalanan keuangan bersama pasangan, karena memberikan bunga tetap dan risiko yang rendah. Rencana finansial sebaiknya dilakukan dan diketahui oleh kedua belah pihak agar finansial rumah tangga dapat terwujud sesuai harapan.
Tantangan Awal dalam Membangun Keuangan Bersama
Membangun keuangan bersama dalam pernikahan adalah sesuatu yang penting. Sebab, tanpa adanya manajemen keuangan yang sesuai kondisi rumah tangga, kondisi keuangan rumah tangga juga akan berantakan. Perencanaan keuangan bersama seringkali menjadi tantangan bagi sebagian pasangan. Salah satu alasannya karena Anda dan pasangan memiliki kebiasaan keuangan yang berbeda. Jadi, di awal membangun keuangan bersama, terbukalah terkait finansial masing-masing.
Kenapa Pasangan Baru Butuh Perencanaan Finansial yang Baik
Masalah keuangan merupakan salah satu hal yang sangat dekat dengan urusan rumah tangga. Mungkin terlihat sederhana, tetapi banyak rumah tangga yang mengalami keretakan dikarenakan oleh kondisi finansial yang tidak baik, Berikut ini terdapat beberapa alasan mengapa Anda dan pasangan perlu memiliki rencana keuangan yang baik:
● Transisi dari Keuangan Individu Ke Keuangan Bersama
Transisi dari kondisi keuangan pribadi juga menjadi penyebab mengapa rencana finansial perlu disiapkan dengan baik. Karena Anda dan pasangan tentu memiliki kondisi keuangan yang berbeda, baik pendapatan hingga kebutuhan yang perlu dikeluarkan.
Dalam hal ini, Anda dan pasangan sebaiknya saling terbuka terkait kondisi keuangan masing-masing. Namun, karena setelah menikah perlu pilihan yang sejalan, maka berdiskusilah dengan pasangan terkait manajemen keuangan agar tidak ada masalah seiring berjalannya waktu.
● Kebutuhan Jangka Pendek & Jangka Panjang
Kebutuhan jangka pendek maupun panjang juga perlu disiapkan dengan baik. Ketika sudah menjadi pasangan, tentu ada kebutuhan rumah tangga yang perlu dibayarkan. Untuk jangka pendek misalnya, Anda perlu mengeluarkan biaya untuk iuran kebersihan di tempat tinggal hingga kebutuhan makan bulanan.
Sedangkan yang termasuk dalam kebutuhan jangka panjang, antara lain : ketersediaan dana darurat, biaya liburan hingga kebutuhan biaya pendidikan anak di masa yang akan datang. Untuk hal ini, Anda dan pasangan perlu bersepakat dalam menentukan jumlah nominal biaya yang akan disisihkan.
● Risiko Konflik Finansial Jika Tidak Ada Perencanaan
Tidak adanya rencana keuangan yang baik, tidak menutup kemungkinan akan menjadi penyebab konflik dalam rumah tangga. Tanpa perencanaan yang baik, tentu kondisi rumah tangga juga akan terganggu stabilitasnya, baik secara finansial hingga keharmonisan rumah tangga.
Untuk mewujudkan kondisi pernikahan yang minim konflik, seringlah membuat rencana bersama dengan pasangan, termasuk membicarakan masalah keuangan.

Contoh Rencana Finansial Menggunakan Deposito
Berikut ini terdapat beberapa hal yang dapat Anda kelola dengan menggunakan keuntungan investasi deposito, antara lain:
● Simulasi Menabung untuk Uang Muka Rumah
Hunian adalah hal penting yang diperlukan setiap pasangan. Karena harganya yang tidak murah, Anda perlu menabung untuk membantu menyiapkan biaya pemberian uang muka rumah.
Agar simulasi menabung bisa berjalan sesuai rencana, cobalah untuk menabung secara konsisten selama kurun waktu tertentu dengan besaran nominal yang telah Anda sepakati bersama pasangan.
● Menyimpan Dana Darurat Bersama
Dana darurat merupakan sesuatu yang cukup penting. Dana darurat ini akan sangat membantu ketika terjadi sesuatu di luar dugaan, contohnya kerusakan kendaraan. Oleh karena itu, sebaiknya Anda juga mengalokasikan nominal tertentu untuk menyiapkan dana darurat.
● Dana Liburan atau Perayaan Khusus
Jangan salah, dana liburan atau perayaan khusus juga perlu dialokasikan biayanya. Jika dana liburan maupun perayaan khusus tidak disiapkan sejak jauh-jauh hari, maka budget liburan akan mengganggu manajemen keuangan rumah tangga,
Strategi Menempatkan Dana
Memulai kehidupan bersama sebagai pasangan suami istri membawa banyak perubahan, termasuk dalam cara mengelola keuangan. Salah satu langkah awal yang bijak adalah menyusun rencana finansial berdasarkan jangka waktu kebutuhan, yakni jangka pendek dan jangka menengah. Strategi ini membantu Anda mengatur prioritas, menjaga arus kas tetap sehat, dan memastikan tujuan-tujuan penting dapat tercapai tanpa hambatan.
1. Jangka Pendek (3–6 Bulan): Fokus pada Kebutuhan Mendadak atau Rencana Dekat
Dana jangka pendek biasanya dialokasikan untuk keperluan mendesak atau terencana dalam waktu dekat, seperti:
- Dana darurat (misalnya jika salah satu kehilangan pekerjaan)
- Rencana bulan madu atau liburan singkat
- Biaya pindahan atau penyesuaian rumah baru
Untuk dana jenis ini, sebaiknya ditempatkan pada instrumen yang likuid namun tetap memberikan imbal hasil lebih baik dari tabungan biasa. Deposito dengan tenor 3 atau 6 bulan bisa menjadi pilihan. Meskipun tidak sefleksibel tabungan, deposito menjaga agar dana tersebut tidak cepat habis karena konsumsi impulsif, sekaligus tetap menghasilkan bunga.
2. Jangka Menengah (1–2 Tahun): Untuk Tujuan Lebih Besar
Dana jangka menengah lebih cocok dialokasikan untuk tujuan yang memerlukan persiapan lebih matang dan dana yang lebih besar, seperti:
- Uang muka (down payment) rumah
- Biaya program hamil, persalinan, atau peralatan bayi
- Pendidikan lanjutan atau kursus keterampilan
Untuk jenis kebutuhan ini, Anda bisa menggunakan deposito berjangka 12–24 bulan. Imbal hasilnya lebih tinggi dibanding deposito jangka pendek, dan sifatnya yang terkunci mendukung kedisiplinan dalam menabung. Jika Anda dan pasangan mempertimbangkan biaya dalam mata uang asing (seperti untuk studi luar negeri atau transaksi internasional), bisa juga mempertimbangkan deposito valas untuk mengantisipasi risiko nilai tukar.
3. Diskusi dan Evaluasi Rutin
Sebelum mulai menempatkan dana, penting untuk berdiskusi secara terbuka dengan pasangan mengenai prioritas keuangan, target waktu, serta risiko yang siap dihadapi. Evaluasi juga secara berkala kondisi keuangan dan sesuaikan strategi penempatan dana jika ada perubahan tujuan atau situasi.
Membangun masa depan bersama pasangan tentu membutuhkan perencanaan finansial yang matang sejak awal. Sebagai pasangan baru, Anda bisa memulainya dengan langkah sederhana tetapi aman, melalui investasi deposito. Tanpa risiko besar, Anda tetap bisa menikmati bunga kompetitif dan menata tujuan keuangan bersama secara bertahap.
Saatnya wujudkan rencana masa depan Anda dan pasangan dengan investasi deposito di Aplikasi digibank by DBS. Aplikasi ini memberikan kemudahan dalam berinvestasi sebab bisa diakses kapan saja, memungkinkan berdiskusi terkait trenterkini seputar finansial dan industri, terdapat bimbingan dari digibank advisor yang memberikan panduan finansial hingga kemudahan dalam menangkap semua momentum terbaik selama 24 jam.
Para ahli dari digibank by DBS akan merancang strategi investasi deposito yang tajam, lengkap dengan dukungan aplikasi yang siap membantu Anda. Tidak hanya itu saja, investasi deposito memberikan kemudahan untuk berinvestasi, sebab bisa dimulai dengan biaya yang terjangkau yakni mulai dari Rp1 juta, tersedia bunga yang kompetitif sampai dengan 5%, kegiatan investasi juga telah mendapat jaminan dari LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) sehingga semua transaksi akan semakin aman. Tenor dapat dipilih secara fleksibel sesuai preferensi Anda, mulai dari 1 hingga 12 bulan.
Ayo manfaatkan berbagai keuntungan dan kemudahan investasi dengan Aplikasi digibank by DBS untuk mengatur semua rencana finansial dengan pasangan Anda. Nah, baca semua informasi terkait investasi deposito di sini agar Anda dan pasangan dapat segera mengambil langkah bijak.

